Crush (2014) 480p TVRip Download
Crush (2014)
|
|
Crush Storyline
Produser minta Cherrybelle membuat koreografi tari baru agar citra Cherrybelle lebih progresif dibandingkan girl band lain di Indonesia. Pihak manajemen pun mendatangkan pelatih baru, Andre, penari senior di Jakarta. Kehadiran Andre membuat anggota Cherrybelle salah tingkah, terutama Kezia. Suatu hari, Andre menemukan surat cinta dari penggemar rahasia. Hal ini membuat Andre marah dan memutuskan untuk berhenti mengajar.
Produser minta Cherrybelle membuat koreografi tari baru agar citra Cherrybelle lebih progresif dibandingkan girl band lain di Indonesia. Pihak manajemen pun mendatangkan pelatih baru, Andre, penari senior di Jakarta. Kehadiran Andre membuat anggota Cherrybelle salah tingkah, terutama Kezia. Suatu hari, Andre menemukan surat cinta dari penggemar rahasia. Hal ini membuat Andre marah dan memutuskan untuk berhenti mengajar.
Cherly, sebagai ketua Cherrybelle,
merasa bersalah. Ketika dia mencari Andre, Cherly mengetahui bahwa Andre
sudah pergi ke kota Glenmore, yang diperkirakan dekat Melbourne,
Australia.
Sementara itu Angel menghadapi
persoalannya sendiri. Kakaknya, Karen, yang sudah setahun ini tinggal di
Melbourne terus menerus menghina Angel yang dianggap menghabiskan waktu
dengan Cherrybelle.
Kebetulan Cherrybelle mendapat bonus
jalan-jalan ke Melbourne. Sesampainya di Melbourne mereka mencari Andre
untuk memintanya kembali menjadi pelatih. Tapi Cherrybelle harus
berhadapan dengan Karen dan kelompok tarinya. Hasil dari pencarian Andre
pun nihil dan mereka kembali ke Jakarta.
Ternyata kota Glenmore yang dimaksud,
bukanlah di Australia, tapi salah satu desa di Indonesia. Cherybelle
dengan semangat mendatangi Glenmore.
Plot Keywords: –Crush Full Movie Details:
Country: Indonesia
Release Date: Thursday, 10 April 2014
Box Office : –
DOWNLOAD (Size : 700 MB) :
Uptobox
http://adf.ly/1Y32he
http://adf.ly/1Y32he
Openload
http://adf.ly/1Y32jt
http://adf.ly/1Y32jt
1fichier
http://adf.ly/1Y32mC
http://adf.ly/1Y32mC
Clicknupload
http://adf.ly/1Y32pL
http://adf.ly/1Y32pL
Hugefiles
http://adf.ly/1Y32rp
http://adf.ly/1Y32rp
Multiup
http://adf.ly/1Y32tz
http://adf.ly/1Y32tz
Download Subtitle
Indonesian, English
Indonesian, English
Youtubers (2015) DVDRip Download
Youtubers (2015)
|
|
Youtubers Storyline
Jovial da Lopez yang sangat mencintai pacarnya Alexandra (Anggika Bolsterli), ikut casting film yang disutradarai Hanung Bramantyo. Jovial mendapat penolakan menyakitkan. Peristiwa memalukan itu direkam oleh adiknya, Andovi da Lopez, lalu menguploadnya ke YouTube dan ditonton banyak orang.
Jovial da Lopez yang sangat mencintai pacarnya Alexandra (Anggika Bolsterli), ikut casting film yang disutradarai Hanung Bramantyo. Jovial mendapat penolakan menyakitkan. Peristiwa memalukan itu direkam oleh adiknya, Andovi da Lopez, lalu menguploadnya ke YouTube dan ditonton banyak orang.
Alexandra marah karena berharap Jovial
berguna bagi bangsa dan negara. Jovial salah mengartikannya dengan ikut
demo bayaran ke DPR yang berakhir ricuh. Lagi-lagi kejadian itu diupload
Andovi ke YouTube. Respon viewers semakin heboh. Alexandra tambah
kesal.
Andovi memanfaatkan Jovial dalam video
yang melibatkan pacar Rocky (Ge Pamungkas), juara UFC yang punya channel
YouTube tentang fitness. Andovi juga membuat skenario melibatkan Joni
Jawahir (Kemal Palevi), yang memiliki subscriber terbanyak di Indonesia.
Video Jovial dipukul Joni meraih viewers terbanyak. Andovi dan Jovial
jadi terkenal di kalangan YouTubers Indonesia.
Joni ingin memaanfaatkan ketenaran
Jovial dan Andovi dengan bergabung membuat video ‘Islah’. Video ‘Islah’
yang ditayangkan di channel Joni berhasil. Sedangkan video yang
ditayangkan di channel Jovial dan Andovi gagal, karena Jovial mengikuti
pesan Alexandra untuk membuat video yang mendidik. Andovi marah ke
Jovial, dan hubungan mereka retak. Setelah dinasihati ibunya (Donna
Harun), Jovial sadar mereka bisa kembali berdamai dengan membuat video
bejat.
Plot Keywords: –Youtubers Full Movie Details:
Country: Indonesia
Release Date: Thursday, 07 May 2015
Box Office : –
DOWNLOAD (Size : 330 MB) :
Uptobox
http://adf.ly/1Y32Bg
http://adf.ly/1Y32Bg
Openload
http://adf.ly/1Y32Dc
http://adf.ly/1Y32Dc
1fichier
http://adf.ly/1Y32FC
http://adf.ly/1Y32FC
Clicknupload
http://adf.ly/1Y32Gn
http://adf.ly/1Y32Gn
Hugefiles
http://adf.ly/1Y32IQ
http://adf.ly/1Y32IQ
Multiup
http://adf.ly/1Y32Js
http://adf.ly/1Y32Js
Download Subtitle
Indonesian, English
Indonesian, English
Tiger Boy (2015) TVRip Download
Tiger Boy (2015)
|
|
Tiger Boy Storyline
Papa (Bucek) yang terlalu memproteksi Kanya (Sandrinna Skornicki – Irish Bella), membuat ruang gerak Kanya terbatas dan sering merasa kesepian. Terkait dengan kondisi fisik Kanya yang lemah, Papa membawa Kanya dan adiknya Tristan (Gerry – Rayn Wijaya) pindah ke vila di area yang belakangan diketahui penuh teror. Di tempat itu Kanya bertemu teman pertamanya; anak laki-laki misterius yang menyelamatkannya ketika diserang binatang di hutan terlarang. Karena anak itu tidak memiliki nama dan tidak bisa bicara, Kanya memanggilnya dengan nama Radja (Alwi Assegaf – Stefan William).
Papa (Bucek) yang terlalu memproteksi Kanya (Sandrinna Skornicki – Irish Bella), membuat ruang gerak Kanya terbatas dan sering merasa kesepian. Terkait dengan kondisi fisik Kanya yang lemah, Papa membawa Kanya dan adiknya Tristan (Gerry – Rayn Wijaya) pindah ke vila di area yang belakangan diketahui penuh teror. Di tempat itu Kanya bertemu teman pertamanya; anak laki-laki misterius yang menyelamatkannya ketika diserang binatang di hutan terlarang. Karena anak itu tidak memiliki nama dan tidak bisa bicara, Kanya memanggilnya dengan nama Radja (Alwi Assegaf – Stefan William).
Kehadiran Radja membuat Kanya bahagia.
Tapi kebersamaan Kanya dan Radja ditentang semua orang yang menilai
Radja berbahaya. Radja dianggap sebagai anak harimau yang harus dijauhi.
Kanya dan Radja dipisahkan. Kejadian ini membuat Kanya terluka.
Semakin Kanya besar, Papa semakin ketat
memproteksinya. Kanya tumbuh menjadi remaja penyendiri yang tidak pernah
bergaul dan sering mencurahkan perasaannya lewat tulisan. Tristan
sering menggoda Kanya dan menyarankan untuk lebih berani. Hidup Kanya
berubah ketika Papa meninggal karena kecelakaan. Dan semuanya terasa
semakin berat ketika Papa meninggalkan surat yang mewasiatkannya menikah
dengan Todi (Maxime Bouttier), cowok arogan, anak rekan kerja Papa
(Jeremy Thomas).
Dua berita buruk yang datang beruntun
membuat kesehatan Kanya menurun. Mama (Tatiana Sivek) membawa Kanya dan
Tristan ke vila. Kanya bertemu lagi dengan Radja. Kanya ingin merajut
pertemanannya dengan Radja, dan sekali lagi semua orang menentangnya. Di
sisi lain, Tristan sibuk mengejar Citra (Cassandra Lee), kembang desa
yang selalu menjauhinya, karena sikap permusuhan ibu Citra (Amara)
terhadap orang kota.
Kanya ingin membuktikan bahwa Radja
bukan manusia harimau. Todi ingin memisahkan Kanya dan Radja dengan
beragam cara, termasuk berupaya menyingkirkan Radja.
Plot Keywords: –Tiger Boy Full Movie Details:
Country: Indonesia
Release Date: Thursday, 15 October 2015
Box Office : –
DOWNLOAD (Size : 450 MB) :
Uptobox
http://adf.ly/1Y31mW
http://adf.ly/1Y31mW
Openload
http://adf.ly/1Y31rT
http://adf.ly/1Y31rT
1fichier
http://adf.ly/1Y31tS
http://adf.ly/1Y31tS
Clicknupload
http://adf.ly/1Y31vi
http://adf.ly/1Y31vi
Hugefiles
http://adf.ly/1Y31xy
http://adf.ly/1Y31xy
Multiup
http://adf.ly/1Y3205
http://adf.ly/1Y3205
Download Subtitle
Indonesian, English
Indonesian, English
Komedi Moderen Gokil (2015) DVDRip Download
Komedi Moderen Gokil (2015)
|
|
Komedi Moderen Gokil Storyline
Boris (Boris Bokir) jumpa lagi sahabat lamanya Dodit (Dodit Mulyanto) di Jakarta. Mereka tinggal di rumah kos Tante Maya (Maya Wulan), istri Om Indro (Indro Warkop).
Boris (Boris Bokir) jumpa lagi sahabat lamanya Dodit (Dodit Mulyanto) di Jakarta. Mereka tinggal di rumah kos Tante Maya (Maya Wulan), istri Om Indro (Indro Warkop).
Di rumah itu, Boris akhirnya dekat
dengan Sasha (Nadine Alexandra), salah satu penghuni kos dan sahabat
Karin (Kartika Putri), putri tunggal Maya dan Indro.
Boris dan Dodit mencari pekerjaan dan
diterima pada sebuah biro detektif. Belum menjalani pelatihan, mereka
sudah menerima kasus. Klien pertama mereka adalah Tante Maya, yang
curiga kalo Om Indro punya wanita simpanan.
Dengan bekal kesoktahuan mereka,
tertangkaplah Bu Ratna (Ria Winata), yang dicurigai kuat sebagai pacar
Om Indro. Bu Ratna yang mereka culik ternyata istri baru Pak Goen
(Tarsan), sahabat Om Indro, seorang pensiunan jendral, yang tak lain
adalah juga Kepala Biro detektif tempat Boris dan Dodit bekerja.
Plot Keywords: –Komedi Moderen Gokil Full Movie Details:
Country: Indonesia
Release Date: Thursday, 17 September 2015
Box Office : –
DOWNLOAD (Size : 300 MB) :
Uptobox
http://adf.ly/1Y30oZ
http://adf.ly/1Y30oZ
Openload
http://adf.ly/1Y30zL
http://adf.ly/1Y30zL
1fichier
http://adf.ly/1Y313a
http://adf.ly/1Y313a
Clicknupload
http://adf.ly/1Y316O
http://adf.ly/1Y316O
Hugefiles
http://adf.ly/1Y318t
http://adf.ly/1Y318t
Multiup
http://adf.ly/1Y31C2
http://adf.ly/1Y31C2
Download Subtitle
Indonesian, English
Indonesian, English
Legenda Sumur Sri Tanjung
Sumur Sri Tanjung adalah salah satu situs yang ada di kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Sumur ini terletak di jalan Sidopekso 10, Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi Kota.
Sumur Sri Tanjung ini berdekatan dengan masjid agung, makam Bupati, dan taman Sri Tanjung, tepatnya di gang sebelah timur pendopo yakni di dalam rumah warga.
Sumur Sri Tanjung ini ditemukan pada masa Raden Tumenggung Notodiningrat (1912-1920). Sumur ini awalnya hanya semata-mata percobaan warga untuk membuat sumur di rumahnya. Tiba-tiba saat menggali sumur di belakang rumah Bapak Darusman, bau wangi (harum) keluar dari dalam sumur itu. Dan dipercaya bau wangi itu adalah bau Sri Tanjung yang ditenggelamkan oleh Sidopekso ke sungai yang terletak di bawah rumah Bapak Darusman.
Sri tanjung dan Sidopekso merupakan legenda turun-temurun yang merupakan kisah asmara dan kesetiaan yang merupakan cikal bakal Banyuwangi. Konon menurut warga setempat, air sumur kadang bisa berubah warna dan aromanya. Kadang berbau wangi atau kadangpun berbau anyir / amis. Jika aroma air sumur berubah menjadi wangi, maka itu akan menjadi suatu pertanda baik yang akan menimpa suatu daerah ataupun bangsa ini. Namun jika aroma air sumur berubah menjadi anyir/amis, maka itu akan menjadi suatu pertanda buruk yang akan menimpa suatu daerah ataupun bangsa ini. Misalnya kenyataan yang pernah terjadi di tahun 1965- an, sumur ini pernah berbau wangi. Dan ternyata di tahun inilah Gerakan 30 September oleh PKI (G 30 S/ PKI) terjadi.
Sumur Sri Tanjung ini berbentuk persegi panjang dengan panjang sekitar 1,4 meter dan lebar 0,8 meter, serta dalam yang tak lebih dari 7 meter. Lebar sumur tersebut sama dengan lebar gang yang para pengunjung lewati saat mencapai sumur Sri Tanjung ini karena sumur ini jadi satu dengan rumah pemilik sumur ini.
Ki Darusman selaku juru kunci mengaku baru percaya akan kehebatan sumur Sri Tanjung, setelah pada tahun 1982 ada rombongan dari kraton Solo dan Klaten yang datang ke Bnyuwangi hanya khusus untuk berziarah ke sumur Sri Tanjung.
Para sesepuh kraton mengatakan bahwa sumur Sri Tanjung adalah salah satu sumur tiban tertua di tanah Jawa, yang merupakan satu-satunya peninggalan sejarah.
Sejak itulah Ki Darusman mau merawat sumur Sri Tanjung, walau para sesepuh dan nenek moyangnya sudah lebih dulu merawat dan sumur Sri Tanjung.
Legenda putri Sri Tanjung ini, hingga kini memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Osing Banyuwangi, bahkan bagi masyarakat diluar Banyuwangi juga mempercayai kekuatan putri Sri Tanjung itu. Sumur Sri Tanjung dinyakini masih menyimpan beberapa misteri dan kekuatan gaib.
Sumur Sri Tanjung diyakini oleh sebagian masyarakat memiliki beberapa kasiat ampuh. Air sumur ini dipercaya dapat mengabulkan doa ataupun hajat. Bahkan ada yang mempercayai bahwa air sumur dapat membuat awet muda. Dan ada juga yang menganggap, jika meminum dan mandi menggunakan air sumur ini maka akan mendapat berkah.
Menurut juru kunci sumur Sri Tanjung Ki Darusman, para peziarah yang datang biasa terlebih dahulu diilhami atau didatangi oleh seorang putri yang cantik bernama Sri Tanjung.
Kebanyakan para peziarah datang pada hari Selasa Kliwon, Selasa Legi, Jum'at Kliwon dan Jum'at Legi. Namun menurut warga setempat, air sumur ini seringkali berbau harum pada saat hari Kamis Malam atau Malam Jum’at di hari itulah Sang Putri Sri Tanjung menampakkan dirinya.
Jika para peziarah ingin berinteraksi dengan Putri Sri Tanjung dengan didampingi Ki Darusman selaku juru kunci, maka para peziarah harus membawa kembang telon atau bunga pasar berwarna tiga macam untuk persembahan kepada Sang Putri Sri Tanjung.
Setelah persembahan kembang telon di tempatkan dipinggir sumur, maka juru kunci Ki Darusman akan memanggil Putri Sri Tanjung dengan menyalakan dupa wangi untuk mendapatkan do`a restu.
Usai mendapatkan do`a restu, para penziarah baru diperkenankan meminta dan bermunajat kepada Allah SWT dengan melalui sumur Sri Tanjung.
Setelah melakukan ritual do`a maka satu persatu peziarah diminta cuci muka dengan air sumur kemudian meminumnya.
Sri Tanjung merupakan suatu legenda menceritakan bagaimana seorang putri yang sangat cantik jelita dan setia kepada sang suami yakni Sidopekso, difitnah oleh seorang raja yang bernama Sulokromo. Kesetiaan Sri Tanjung kepada Sidopekso ini juga merupakan legenda terbentuknya nama Banyuwangi.
Konon, dahulu kala wilayah ujung timur Pulau Jawa yang alamnya begitu indah ini dipimpin oleh seorang raja yang bernama Prabu Sulahkromo. Dalam menjalankan pemerintahannya ia dibantu oleh seorang Patih yang gagah berani, arif, tampan bernama Patih Sidopekso. Istri Patih Sidopekso yang bernama Sri Tanjung sangatlah elok parasnya, halus budi bahasanya sehingga membuat sang Raja tergila- gila padanya. Agar tercapai hasrat sang raja untuk membujuk dan merayu Sri Tanjung maka muncullah akal liciknya dengan memerintah Patih Sidopekso untuk menjalankan tugas yang tidak mungkin bisa dicapai oleh manusia biasa dan kira-kira membutuhkan waktu yang cukup lama. Maka dengan tegas dan gagah berani, tanpa curiga, sang Patih berangkat untuk menjalankan titah Sang Raja.
Sepeninggal Sang Patih Sidopekso, sikap tak senonoh Prabu Sulahkromo dengan merayu dan memfitnah Sri Tanjung dengan segala tipu daya dilakukanya. Namun cinta Sang Raja tidak kesampaian dan Sri Tanjung tetap teguh pendiriannya, sebagai istri yang selalu berdoa untuk suaminya. Api panas membara hati Sang Raja ketika cintanya ditolak oleh Sri Tanjung.
Ketika Patih Sidopekso kembali dari misi tugasnya, ia langsung menghadap Sang Raja. Akal busuk Sang Raja muncul, memfitnah Patih Sidopekso dengan menyampaikan bahwa sepeninggal Sang Patih pada saat menjalankan titah raja meninggalkan istana, Sri Tanjung mendatangi dan merayu serta bertindak serong dengan Sang Raja.
Tanpa berfikir panjang, Patih Sidopekso langsung menemui Sri Tanjung dengan penuh kemarahan dan tuduhan yang tidak beralasan. Pengakuan Sri Tanjung yang lugu dan jujur membuat hati Patih Sidopekso semakin panas menahan amarah. Namun Sidopekso mengelaknya dan berniat membunuh Sritanjung.
Sritanjung di bawa olehnya ke pinggir sungai. Dengan rasa menyesal, Sritanjung mencoba menceritakan hal yang sebenarnya terjadi dan menolak tuduhan suaminya. Namun mendengar kata-kata istrinya, amarah Sidopekso semakin berkobar.
Untuk mencoba membuktikan rasa setianya pada suaminya,Sritanjung meminta agar Sidopekso membunuhnya. Permintaan terakhirnya adalah agarjasadnya di hanyutkan ke sungai yang keruh. Dia berpesan apabila air sungai tersebut berbau amis, maka benar bahwa dia telah melakukan kesalahanAkhirya, Sidopekso langsung menancapkan kerisnya ke dada Sritanjung, seketika itu Sritanjung meninggal. Lalu mayat Sritanjung segera di tenggelamkan ke sungai. Setelah beberapa saat Sidopekso sangat kaget, air yang tadinya keruh berubah menjadi bening seperti kaca. Selain itu air tersebut menyebarkan bau harum.
Merasakan itu Sidopekso sangat menyesal dengan apa yang telah di perbuatnya pada Sritanjung. Dia marah-marah pada dirinya sendiri sambil berteriak-teriak layaknya orang gila. Dia berjalan sempoyongan dan akhirnya tercebur ke pinggir sungai. Tanpa terasa Sidopekso mengucapkan Banyuwangi…… Banyuwangi…… Banyuwangi……… Hingga akhirnya orang-orang menamai daerahnya BANYUWANGI.
Sarip tambak oso
Legenda Sarip Tambak Oso terjadi ketika Belanda dengan kompeninya
masih menjajah ibu pertiwi..tidak ada catatan tahun sejarah peristiwa
perlawanan Sarip Tambak Oso terhadap kompeni Belanda karena mungkin
tokoh Sarip hanyalah “kerikil-kerikil kecil” sejarah bangsa Indonesia
dalam melawan Belanda.
Dulu cerita ini sering dimainkan dalam kesenian LUDRUK JAWA TIMURAN, dan setiap orang Sidoarjo pasti tau dan kenal siapa SARIP TAMBAK OSO!!
SARIP TAMBAK OSO adalah nama pemuda
kampung yang tinggal di wetan (timur) sungai Sedati Sidoarjo. Dia dikenal sebagai seorang pendekar yang bertemperamen kasar tetapi sangat perhatian pada penderitaan orang-orang miskin yang menjadi korban pemungutan pajak oleh Belanda.
Sarip Tambak Oso memiliki ikatan batin dengan ibunya, seorang janda tua yang miskin. Ketika masih kecil Sarip Tambak Oso memakan “lemah abang” (Tanah Merah) bersama ibunya. Lemah Abang tersebut adalah pemberian ayahnya, ” selama ibunya masih hidup, Sarip tidak akan pernah bisa mati meski dia terbunuh 1000x dalam sehari “.
Sarip memiliki paman dari jalur ayahnya, dimana dia telah mengambil harta warisan berupa tambak peninggalan ayah Sarip untuk dimanfaatkan sendiri.
Suatu hari datang lurah Gedangan dan kompeni Belanda kerumah Sarip dengan maksud ingin menarik pajak tambak pada ibunya Sarip. Karena tambak yang dikelolah paman Sarip adalah atas nama Ayahnya Sarip.
Sarip ketika itu tidak ada dirumah sehingga tidak mengetahui peristiwa tersebut. Lurah Gedangan dibantu kompeni Belanda meminta paksa pajak tanah pada ibunya Sarip yang tidak mampu membayarnya. Ibunya Sarip dihajar, dipukul dan ditendang oleh lurah Gedangan dibantu oleh kompeni Belanda.
Ibunya Sarip yang sudah tua rentah menangis dan merintih memanggil-manggil Sarip yang tidak ada di rumah waktu itu ” Sariip reneoh leh..mbokmu dihajar londo le..Sarriiipp “ (terjm. ” Sariip…kesinilah nak..ibumu sedang dipukuli Belanda”). Sarip yang ketika itu tidak berada dirumah seolah mendengar rintihan ibunya dan dengan ilmu kesaktiannya segera kembali kerumahnya dan menemukan Ibunya sedang dianiaya oleh lurah Gedangan dan kompeni Belanda. Segera dicabutnya pisau yang selalu terselip dipinggang dan dibunuhnya lurah Gedangan dan sebagian kompeni Belanda,sisanya melarikan diri. Sejak saat itu Sarip Tambak Oso menjadi buronan kompeni Belanda.
Suatu hari Sarip mendatangi pamannya yang telah mengambil tanah tambak peninggalan orang tuanya, tetapi tidak diberikan oleh pamannya sehingga terjadi perkelahian antara Sarip dengan Pamannya. Karena merasa terdesak dan kalah, pamannya melarikan diri menuju kulon kali Sedati menemui salah satu pendekar yang bernama Paidi.
Paidi adalah pendekar kulon (Barat) kali Sedati yang mempunyai senjata andalan berupa Jagang karena ia berprofesi sebagai kusir delman. Paidi senang pada putri pamannya Sarip yang bernama Saropah sehingga ia mau membantu pamannya Sarip.
Paidi akhirnya pergi mendatangi Sarip dengan maksud untuk menuntut balas perlakuan Sarip pada pamannnya. Sarip dan Paidi akhirnya bertemu ditepi sungai Sedati, mereka akhirnya berkelahi dengan ilmu kesaktiannya. Sarip kalah dan terbunuh, jasadnya dibuang oleh Paidi ke sungai Sedati. Ketika itu ibunya Sarip sedang mencuci pakaian di sungai Sedati, melihat air sungai berwarna merah darah maka ibunya Sarip mencari sumbernya dan betapa terkejutnya karena ternyata sumber warna merah sungai Sedati adalah warna darah dari darah anaknya dan seketika itu juga ibunya menjerit ” Sariiip..tangio
leh..durung wayahe awakmu mati..” (Sariip bangun nak! belum waktunya kamu meninggal) dan seketika itu juga Sarip bangkit dari kematiannya seperti orang bangun dari tidur. Oleh ibunya, Sarip diperintahkan untuk sementara waktu menyingkir dari kampungnya dan tinggal diujung kampung. Sarip pun mencari Paidi kembali dan bertarung dimana kali ini Paidi kalah dan terbunuh oleh Sarip.
Sebagai buronan Belanda, Sarip sering merampok rumah-rumah tuan tanah Belanda dan orang kaya yang menjadi antek-antek Belanda, dimana hasil rampokannya ia bagikan pada rakyat miskin yang ada didaerahnya. Belanda merasa kewalahan dengan sepak terjang Sarip yang semakin berani melawan Belanda.
Belanda pun menyewa pendekar-pendekar untuk melawan Sarip, tapi tidak ada yang bisa mengalahkannya karena setiap Sarip mati pasti dia akan hidup kembali dan berulang-ulang terjadi. Belanda pun mencar tahu apa gerangan yang menjadi rahasia kehebatan Sarip sehingga bisa hidup berulang-ulang setiap dia mati.
Akhirnya Belanda dapat mengetahui rahasia kelemahan Sarip dari pamannya yang merupakan saudara seperguruan ayahnya Sarip bahwa letak kesaktiannya Sarip ada di ibunya. Belanda akhirnya menangkap ibunya Sarip dan menembaknya. Sarip pun terdesak dan akhirnya tertangkap oleh Belanda.
Oleh Belanda Sarip dijatuhi hukuman mati dengan dikubur hidup-hidup dalam sumur dan ditutupi batu dan tanah oleh Belanda. Begitulah kisah Sarip Tambak Oso seorang pemuda pendekar Sidoarjo yang gugur melawan Belanda.
Dulu cerita ini sering dimainkan dalam kesenian LUDRUK JAWA TIMURAN, dan setiap orang Sidoarjo pasti tau dan kenal siapa SARIP TAMBAK OSO!!
SARIP TAMBAK OSO adalah nama pemuda
kampung yang tinggal di wetan (timur) sungai Sedati Sidoarjo. Dia dikenal sebagai seorang pendekar yang bertemperamen kasar tetapi sangat perhatian pada penderitaan orang-orang miskin yang menjadi korban pemungutan pajak oleh Belanda.
Sarip Tambak Oso memiliki ikatan batin dengan ibunya, seorang janda tua yang miskin. Ketika masih kecil Sarip Tambak Oso memakan “lemah abang” (Tanah Merah) bersama ibunya. Lemah Abang tersebut adalah pemberian ayahnya, ” selama ibunya masih hidup, Sarip tidak akan pernah bisa mati meski dia terbunuh 1000x dalam sehari “.
Sarip memiliki paman dari jalur ayahnya, dimana dia telah mengambil harta warisan berupa tambak peninggalan ayah Sarip untuk dimanfaatkan sendiri.
Suatu hari datang lurah Gedangan dan kompeni Belanda kerumah Sarip dengan maksud ingin menarik pajak tambak pada ibunya Sarip. Karena tambak yang dikelolah paman Sarip adalah atas nama Ayahnya Sarip.
Sarip ketika itu tidak ada dirumah sehingga tidak mengetahui peristiwa tersebut. Lurah Gedangan dibantu kompeni Belanda meminta paksa pajak tanah pada ibunya Sarip yang tidak mampu membayarnya. Ibunya Sarip dihajar, dipukul dan ditendang oleh lurah Gedangan dibantu oleh kompeni Belanda.
Ibunya Sarip yang sudah tua rentah menangis dan merintih memanggil-manggil Sarip yang tidak ada di rumah waktu itu ” Sariip reneoh leh..mbokmu dihajar londo le..Sarriiipp “ (terjm. ” Sariip…kesinilah nak..ibumu sedang dipukuli Belanda”). Sarip yang ketika itu tidak berada dirumah seolah mendengar rintihan ibunya dan dengan ilmu kesaktiannya segera kembali kerumahnya dan menemukan Ibunya sedang dianiaya oleh lurah Gedangan dan kompeni Belanda. Segera dicabutnya pisau yang selalu terselip dipinggang dan dibunuhnya lurah Gedangan dan sebagian kompeni Belanda,sisanya melarikan diri. Sejak saat itu Sarip Tambak Oso menjadi buronan kompeni Belanda.
Suatu hari Sarip mendatangi pamannya yang telah mengambil tanah tambak peninggalan orang tuanya, tetapi tidak diberikan oleh pamannya sehingga terjadi perkelahian antara Sarip dengan Pamannya. Karena merasa terdesak dan kalah, pamannya melarikan diri menuju kulon kali Sedati menemui salah satu pendekar yang bernama Paidi.
Paidi adalah pendekar kulon (Barat) kali Sedati yang mempunyai senjata andalan berupa Jagang karena ia berprofesi sebagai kusir delman. Paidi senang pada putri pamannya Sarip yang bernama Saropah sehingga ia mau membantu pamannya Sarip.
Paidi akhirnya pergi mendatangi Sarip dengan maksud untuk menuntut balas perlakuan Sarip pada pamannnya. Sarip dan Paidi akhirnya bertemu ditepi sungai Sedati, mereka akhirnya berkelahi dengan ilmu kesaktiannya. Sarip kalah dan terbunuh, jasadnya dibuang oleh Paidi ke sungai Sedati. Ketika itu ibunya Sarip sedang mencuci pakaian di sungai Sedati, melihat air sungai berwarna merah darah maka ibunya Sarip mencari sumbernya dan betapa terkejutnya karena ternyata sumber warna merah sungai Sedati adalah warna darah dari darah anaknya dan seketika itu juga ibunya menjerit ” Sariiip..tangio
leh..durung wayahe awakmu mati..” (Sariip bangun nak! belum waktunya kamu meninggal) dan seketika itu juga Sarip bangkit dari kematiannya seperti orang bangun dari tidur. Oleh ibunya, Sarip diperintahkan untuk sementara waktu menyingkir dari kampungnya dan tinggal diujung kampung. Sarip pun mencari Paidi kembali dan bertarung dimana kali ini Paidi kalah dan terbunuh oleh Sarip.
Sebagai buronan Belanda, Sarip sering merampok rumah-rumah tuan tanah Belanda dan orang kaya yang menjadi antek-antek Belanda, dimana hasil rampokannya ia bagikan pada rakyat miskin yang ada didaerahnya. Belanda merasa kewalahan dengan sepak terjang Sarip yang semakin berani melawan Belanda.
Belanda pun menyewa pendekar-pendekar untuk melawan Sarip, tapi tidak ada yang bisa mengalahkannya karena setiap Sarip mati pasti dia akan hidup kembali dan berulang-ulang terjadi. Belanda pun mencar tahu apa gerangan yang menjadi rahasia kehebatan Sarip sehingga bisa hidup berulang-ulang setiap dia mati.
Akhirnya Belanda dapat mengetahui rahasia kelemahan Sarip dari pamannya yang merupakan saudara seperguruan ayahnya Sarip bahwa letak kesaktiannya Sarip ada di ibunya. Belanda akhirnya menangkap ibunya Sarip dan menembaknya. Sarip pun terdesak dan akhirnya tertangkap oleh Belanda.
Oleh Belanda Sarip dijatuhi hukuman mati dengan dikubur hidup-hidup dalam sumur dan ditutupi batu dan tanah oleh Belanda. Begitulah kisah Sarip Tambak Oso seorang pemuda pendekar Sidoarjo yang gugur melawan Belanda.
Cerita Kek Lesap
Menurut cerita, suatu
ketika Baginda Raja pergi kedesa pocong. Ia keluar masuk desa untuk mengetahui
keadaan desa. Ketika sampai di suatu tempat, beliau bertemu dengan seorang
gadis desa yang menjadi bunga desa di desa tersebut. Masyarakat pocong
menyebutnya dengan sebutan Nye Pocong. Tidak lama kemudian,karena Raja itu
berkuasa, kemudian Nye Pocong dijadikannya istri. Setelah beberapa lama Baginda
Raja Bangkalan mempunyai anak laki-laki dengan Nye Pocong. Anak laki-laki
yang baru lahir itu oleh Baginda Raja Bangkalan diberi nama Ke’ Lesap.
Namun, dengan
kehadiran buah hatinya tersebut Baginda Raja Bangkalan pergi dari desa pocong
dan kembali ke kerajaan meninggalkan istri dan anaknya. Sunguh kasihan Ke’
Lesap itu karena sudah ditinggalkan ayahnya sejak ia mulai belajar bicara.
Ayahnya,Baginda Raja Bangkalan tidak pernah mengunjungi desa pocong lagi,
karena itu Ke’ Lesap tidak tahu siapa ayahnya. Ketika Ke’ Lesap bermain dengan
teman-temannya di desa , sering kali mereka menertawakannya dan mengejeknya.
Dan salah satu temannya berkata dan bertanya pada Ke’ Lesap “Lesap, kamu pandai
silat,dan pandai main banyak hal. Kamu juga pandai bertani. Tapi kamu tidak
pernah melihat kamu berjalan dengan ayahmu. Kemana ayahmu Ke’ Lesap?
Sebagai seorang anak
yang menjelang dewasa, Ke’ Lesap malu ditanya seperti itu. Kemudian ia bertanya
pada ibunya Nye Pocong siapa ayahnya di ulang-ulang. Sedangkan ibunya
bingung bagimana menjelaskan pada Ke’ Lesap bahwa sebenarnya ayahnya
adalah Raja Bangkalan. Ibunya bingung apa harus diceritakan atau tidak, namun
karena terus menerus ditanyanya, akhirnya ibunya menceritakan dan menyampaikan
kepada Ke’ Lesap bahwa ayahnya adalah Raja Bangkalan. Setelah mendenagarkan hal
itu, kemudin Ke’ Lesap minta izin ibunya untuk merelakanKe’ Lesap pergi mencari
ayahnya. Ke’ Lesap benar-benar ingin tahu siapa ayahnya. Setelah mendengar
permohonan anaknyaakhirnya Nye Pocong mengijinkan Ke’ Lesap berangkat mencari
ayahnya.
Pendek cerita,
Ke’Lesap pergi ke kota Bangkalan dan tiba di alun-alun dimana dia melihat
keraton yang indah. Ia bertemu dengan pekerja keraton dan memberikansalam. Di
keraton Ke’ Lesap mencoba melamar menjadi pekerja disana. Dan akhirnya Ke’
Lesap menjadi pekerja yang bertugas menberi makan kuda milik Raja. Suatu
ketika seekor kuda yang tadinya mengamuk. Karena Ke’ Lesap memang cerdik,ia
tangkap kuda tersebut dan menaikinya, kuda yang tadinya mengamuk kemudian
mengikuti isyarat Ke’ Lesap bejalan menuju kandangnya. Saat itu Baginda Raja
memperhatikan dan heran melihat wajah Ke’ Lesap, karena Baginda Raja merasa
wajahnya mirip dengan wajah Ke’ Lesap, kemudian Ke’ Lesap dipanggil oleh
Baginda Raja dan bertanya pada Ke’ Lesap, Dari mana dananak siapa. Namun
setelah mendengar jawaban Ke’ Lesap, Baginda Rajaterkejutdan berfikir bahwa Ke’
Lesap itu adalah puteranya dengan Nye Pocong dulu. Begitujuga Ke’ Lesap, dia
merasa bahwa Baginda Raja itu adalah ayahnya. Dan Baginda Raja memerintahkan
Ke’ Lesap untuk menjadi tukang memandikan kuda si BagindRaja. Mendengar itu Ke
Lesap gembira sekali akan tetapi Baginda Raja malu mempunyai seorang anak dan
istri dari desa.
Akhirnya, Ke’Lesap
diberi kediaman di Duko oleh Baginda Raja. Tempat ini berada di kota Bangkalan
sekarang. Di desa itulah tinggal seorang yang berilmu dan dewasa yaitu Ke
Lesap.di Duko,ke’ Lesap mengajarkan pencak silat pada para pemuda di Duko
dan muridnya semakin banyak. Jika ada orang sakit ia juga dapat
menyembuhkannya,karena itu semakin banyak muridnya.
Ketika Baginda Raja
mendengar bahwa Ke’ Lesap mempunyai murid banyak dandan belanda mendengar
bahwa ada seorang pemuda dengan murid yang banyak sedang belajar pencak silat.
Jadi kegiatan anak muda yang mengajari pencak silat kepada kaum pemuda
terdengar orang belanda yang mingibuli Baginda Raja agar Ke’ Lesap di jaga.
Lalu Baginda Raja menempatkan penjaga di Duko. Sejak itu kampung itu oleh
orang-orang disebut desa pejagan. Sekarang menjadi desa pejagan. Jadi, desa
pejagan adalah tempat orang-orang Baginda Raja ketika mengaasi Ke’ Lesap.
Ke’ Lesap akhirnya
mengerti, mengapa Baginda Raja bersikap seperti itu walaupun saya
bersikap baik selama ini di sini. danKe’ Lesap terus menjauh dari pajagan, lari
kearah Timur untuk bertapa di Pajuddan. Ktika di Pajuddan, Ke’ Lesap
bertapa,mengobati orang sakit lagi, dan juga mengajar pencak silat. Bersemedi
setiap malam dan sedikit makan. Akhirnya, yang Maha Kuasa memberi Ke’ Lesap
senjata yang dinamai Kodi’ Crancam. Kodi’ Crancam itu kalau dilempar dapat
terbang sendiri. Makin banyak pengikutnya,makin banyak murid-muridya, kemudian
berniat ingin menguasai Madura.
Pertama yang
ditaklukkan adalah bagian Timur Madura, Sumenep. Raja Sumenep ditantang untuk
menyembah Ke’ Lesap. Raja Sumenep tidak berani, rakyatnya tidak kuat melawan
tentara Ke’ Lesap, dan Raja Sumenep dikalahkan. Dan Ke’ Lesap meneruskan ke
Pamekasan. Di Pamekasan Ke’ Lesap menang lagi. Akhirnya terus pergi ke Sampang.
Di Sampangpun ia menang lagi.
Dari perangnya, Ke’
Lesap di Sumenep tidak lama. Hanya dalam semalam ia dapat menaklukkan Raja
Sumenep. Sejak saat itu, Ke’ Lesap memberi nama tempat ini Songenep atau
sekarang Sumenep. Yang di Pamekasan, tidak sampai terjadi perang, hanya diberi
peringatan saja. Bahwasanya Ke’ Lesap dengan tentaranya akan melewat Pamekasan
dan diminta untuk tidak menghalanginya. Ketika Raja Pamekasan mendengar
bahwa Ke’ Lesap beserta tentaranya akan menuju Pamekasan, ia melarikan diri
belum sampai perang. Jadi dengan hanya peringatan saja Raja pamekasanbisa
dikalahkan dan selanjutnya tempat dinamai Mekasan atau peringatan. Di Sampang
malah lebih gampang lagi. Mendengar bahwa Ke’ Lesap akan menyerbu Sampang, raja
dan semuanya melarikan diri. Hanya dilewati saja tentara Sampang sudah
melarikan diri. Dengan alasan ini tempat ini dinamai Sampang atau lewat. Dan
menjadi Sampang.
Terus ke arah Barat,
Ke’ Lesap dan tentaranya tiba di Blega. Waktu itu malam hari, mereka tidur.
Dalam tidurnya Ke’ Lesap bermimpi melihat pohon bercabang empat. Ke’ Lesap
menebang batang ke satu, ke dua, dan ke tiga terpotong semua. Salah satu yang
tertinggal, cabang ke empat tidak dapat ditebang. Senjata yang ayunkan memantul
dan melesat, ini yang mengejutkan Ke’ Lesap.
Meskipun sudah punya
rencana untuk mengalahkan Bangkalan, walaupun Baginda Raja Bangkalan adalah
orang tuanya sendiri, ia terus menuju ke Barat. Baginda Raja mendengar tentang
hal ini. Dan berkata, “Orang seperti ini tidak dapat dihadapi dengan kekerasan.
Orang arogan seperti ini jangan dihadapi dengan kekerasan. Mari dilawan dengan
cara yang tenang yang membuat hatinya tenang. Inilah cara kita menghadapinya.
Saya bermimpi bahwa Ke’ Lesap bisa sial senjatanya jika dihadapi dengan wanita,
dengan penari.”
Baginda Raja sudah
menyiapkan perempuan cantik yang dihias seperti putri Raja Bangkalan. Dan
dibawa ke suatu tempat yang dinamai Tonjung. Ke’ Lesap dan tentaranya membawa
senjata-senjatanya akan menyerbu Bangkalan. Dan Ke’ Lesap heran, karena tentara
Bangkalan tidak ada yang membawa senjata, malah hanya membawa alat-alat musik.
Melihat kedatangan Ke’
Lesap, mereka memainkan alat musiknya sambil menari, terus muncullah penari
perempuan yang cantik sekali dengan pakaian putri Raja. Ke’ Lesap ketika
mendengar bunyi-bunyian, kemudian datang sambil berpikir, “Ada apa ini?”
“Begini Ke’ Lesap,
Baginda raja Bangkalan sebenarnya sudah menyerah. Dan ini putrinya diserahkan
kepada mu.”
Sebenarnya perempuan
itu bukan putri Raja. Perempuan itu hanya penari yang diberi pakaian serta
dihias seperti layaknya putri Raja. Ke’ Lesap mendengar bahwa Raja Bangkalan
sudah berani, maka Ke’ Lesap beserta tentaranya ikut menari dengan tentara
Bangkalan. Orang-orang yang menyamar sebagai panjak, memberikan minuman tua’
dan makanan sampai mereka kenyang. Akhirnya murid-murid Ke’ Lesap sama-sama mau
minum tua’ memabukkan, mereka semua mabuk. Semua murid Ke’ Lesap mabuk dan
tertidur, tinggal Ke’ Lesap sendiri yang menari dengan penari.
Baginda raja tiba.
Melihat baginda raja, Ke’ Lesap terus melemparkan senjatanya, tapi kali ini
tidak dapat terbang lagi. Akhirnya Patih Bangkalan menangkap dan mengikat Ke’
Lesap. Ketika Ke’ Lesap diikat lalu menghilang. Menurut cerita, Ke’ Lesap
menghilang. Jadi Ke’ Lesap bukannya dibunuh, tapi diikat oleh patih Bangkalan
dan ketika Baginda Raja Bangkalan menghampirinya, Ke’ Lesap menghilang. Melihat
Ke’ Lesap menghilang, orang-orangnya Raja Bangkalan bersorak sambil berkata,
“Sekarang orang yang membuat rusuhnya madura sudah mampus, sudah mati?” Sejak
itu, tempat itu dinamai Bangkalan.
Setelah itu
terdengarlah suara, suaranya Ke’ Lesap, “He orang-orang Bangkalan, ingat, saya
kalah dengan kamu, tapi nanti akan ada pertanda umbul-umbul klaras dari arah
Barat Laut. Ini pembalasan saya kepada orang-orang Madura.
